I rarely talk about my dad. Perhaps because he is seldom here with us.
Or maybe it was because I am know something that I am not supposed to know.
But, other than that, he is a great father.
He may not be a perfect man, but he is a great father to both me and my brother.
Seingat aku, tak pernah sekalipun ayah said not to whatever we want. Well, I know that is not a justification for a good father tapi itulah hakikatnya, kalau aku perlukan apa-apa aku tahu aku tak perlu risau sebab ayah ada.
Lampu rosak? Ayah ada.
Toilet tak boleh flush? Ayah ada.
Kereta tak boleh start lepas berparty? Ayah ada.
Lapar tapi malas nak keluar? Ayah ada.
Dari dulu sampai sekarang, kalau dia ada disinilah [cuma bezanya dulu, ayah juga banker dan sumber mendapatkan beg dan kasut yang tak tercapai oleh duitku]. Bila dia ada, aku sedikit awkward sebab sudah biasa dia tiada tapi bila dia ada, I feel segalanya boleh diuruskan.
Ayah kuat kerja, bila dia tak ada di sini, dia kerja kuat, bila dia balik pun masih bekerja kuat. Berkebun, bertukang, membersihkan rumah, masak.
Kadang-kadang I feel sorry for him because he works so hard but he told me he is happy when he is occupied. Dia tak boleh duduk diam.
Aku tak ada point sebenarnya nak tulis. Macam ada yang tersekat.
Believe it or not, I have never wish ayah happy father’s day. Jangan tanya kenapa, sebab aku dah puas fikir kenapa tapi masih tak dapat jawapan.
Tapi besok aku akan sms ayah.
Selamat hari bapa ayah, kita sayang ayah!







